SMS Center: 0822 112 77777         Phone: +85512 9968 55         PIN BB : 26FEF2B8
Judi Bola – YM

Nama: (wajib di isi)

Email: (wajib di isi)

Telepon / HP:

Telepon / HP:

Pemilik Rek:

No. Rek:

Referensi:

Produk:

Note:

Masukkan Captcha:
captcha

Liga Indonesia

Berita liga Indonesia

Persib Tanpa 5 Pilar di Laga Perdana Menpora Cup

Source: http://www.vivanews.com

Indonesia Taklukkan Myanmar 2-1

GRESIK, KOMPAS.com — Indonesia mengalahkan Myanmar 2-1 dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala AFF U-19 di Stadion Petrokimia, Kamis (12/9/2013) malam. Gol Indonesia diciptakan oleh Evan Dimas dan Putu Gede.

Sejak kick-off, Indonesia langsung tampil menekan. Hasilnya, Evan Dimas sudah membuka keunggulan bagi Garuda Muda saat laga baru berjalan lima menit. Gol itu diciptakannya lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti lawan.

Indonesia nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-12, lagi-lagi lewat Evan. Namun, sundulan kapten tim tersebut masih melebar dari gawang Myanmar.

Akhirnya Indonesia mendapatkan gol kedua dari Putu Gede yang merobek gawang Myanmar pada menit ke-15. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Myanmar setelah tendangan sudut, Putu melepaskan tendangan mendatar, mengecoh Myo Min Latt yang sudah maju meninggalkan sarangnya.

Myanmar memangkas selisih melalui Nyein Chan Aung pada menit ke-16. Setelah lolos dari jebakan off-side, ia melesakkan tembakan dari kotak penalti menaklukkan kiper Ravi Mardianto.

Indonesia terus menguasai permainan, tetapi belum menciptakan gol tambahan. Babak pertama berakhir 2-1.

Pada babak kedua, Indonesia masih melakukan tekanan terhadap tim lawan, di bawah komando Evan. Namun, penyelesaian kurang tajam membuat mereka belum mampu menciptakan gol. Myanmar pun tak mau begitu saja terbawa permainan Indonesia dan beberapa kali keluar menyerang.

Mendekati menit akhir pertandingan, Indonesia nyaris menambah selisih gol, tetapi kiper Myanmar, Myo Min Latt, masih mampu membendung bola.

Hingga pertandingan berakhir, kedudukan tetap 2-1 untuk Indonesia.

Selanjutnya tim asuhan Indra Sjafri ini akan berhadapan dengan Vietnam pada Sabtu (14/9/2013) malam.

Timnas U-19 Sudah Disiapkan Hadapi Jadwal Padat Piala AFF

VIVAbola - Padatnya jadwal pertandingan di Piala AFF U-19 sepertinya tidak menjadi masalah bagi para pemain timnas Indonesia U-19. Pasalnya, Evan Dimas dan kawan-kawan sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Usai menekuk Brunei Darussalam 5-0, Garuda Muda akan bertemu Myanmar, Kamis 12 September 2013. Dua hari kemudian, giliran Vietnam yang menjadi lawan tuan rumah. Selanjutnya, Indonesia akan bertemu Thailand dan Malaysia.

Menurut pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, kondisi fisik para pemain sudah terbiasa menghadapi ketatnya jadwal laga. Selama persiapan, Indra membuat program uji coba berdasarkan jadwal pertandingan Indonesia di Piala AFF U-19.

“Itu kan sudah jadwal dari AFF, kami tidak bisa mengubahnya. Memang terlihat sangat padat, tapi itu tidak jadi masalah,” kata Indra saat dihubungi, Rabu, 11 September 2013. “Anak-anak sudah terbiasa karena sejak masa persiapan tim pelatih sudah mensimulasikan waktu uji coba persis dengan jadwal di Piala AFF.”Indra pun belum mengisyaratkan akan melakukan rotasi pemain dalam pertandingan melawan Myanmar nanti. Pasalnya, ia masih ingin melihat kondisi terakhir pemain hingga besok.”Sore ini latihan, kami lihat dulu fisik mereka sejauh mana. Lalu akan dilihat juga kondisi terakhir jelang pertandingan.”
 
Saat melawan Brunei, dua pemain andalan, Ilhamudin dan Alqomar mengalami cedera. Namun, keduanya kemungkinan masih bisa tampil di laga kedua.”Cuma kejang otot saja, kondisi mereka sejauh ini cukup baik. Mudah-mudahan bisa diturunkan besok,” beber pelatih kelahiran Painan, 2 Februari 1963 ini. (one)

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Keras pada Suporter Persib

VIVAbola – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, melarang suporter Persib Bandung untuk menghadiri laga tandang klub kesayangannya selama satu tahun. Keputusan itu merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi dalam pertandingan antara Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 28 Agustus 2013 lalu.

Dalam laga tersebut, wasit harus menghentikan jalannya pertandingan sebanyak tiga kali. Pada menit 17, terjadi kericuhan antar suporter di tribun selatan. Suporter Persib yang memaksa masuk melalui jalur tersebut dianggap telah menyulut emosi dari para pendukung Persija sehingga keributan tidak bisa dihindarkan.

Di babak kedua, sang pengadil harus menghentikan jalannya laga sebanyak dua kali, di menit 61 dan 72. Ketika itu, para suporter melakukan aksi pelemparan benda-benda keras ke dalam lapangan yang bisa mengancam keselamatan para pemain.

Atas fakta ini, pihak Komdis pun harus mengambil tindakan tegas. Sesuai dengan Kode Disiplin PSSI pasal 75 ayat 7, suporter Maung Bandung dilarang untuk menghadiri laga tandang selama satu tahun, terhitung sejak Rabu 11 September 2013 ini.

“Mereka (suporter Persib) terbukti memancing keributan. Maka dari itu kami hukum mereka dengan larangan menghadiri laga tandang klub kesayangan mereka selama 12 bulan,” jelas Ketua Komdis, Hinca Panjaitan.

“Selain suporter, Persib juga dihukum dengan denda Rp50 juta,” sambungnya pada jumpa pers hari Rabu, 11 September 2013, di kantor PSSI.

Panitia Pelaksana Pertandingan Persija pun tidak luput dari hukuman. Menurut Hinca, mereka tidak bisa mengatur kondisi keamanan sepanjang pertandingan. Dan sesuai dengan pasal 73 dan 74 Kode Disiplin PSSI, Panpel Persija dijatuhi denda sebesar Rp50 juta.

Pihak Komdis memberikan kesempatan kepada mereka yang dijatuhi hukuman untuk melakukan banding. Paling lambat, permohonan banding ditunggu dalam waktu 2 minggu ke depan.Dua Pemain Persib Bakal DiperiksaPihak Komdis hingga saat ini belum bisa memberikan keputusan mengenai kasus berbau rasisme yang menimpa salah satu pemain Persib, Mbida Messi.

Menurut Hinca, pihaknya masih kekurangan data dan bukti untuk menjerat oknum yang melakukan tindakan rasial kepada Messi dengan menawarkan pisang ketika laga klasik melawan Persija di Sleman.

“Buktinya masih belum cukup. Kami butuh bukti untuk melakukan tindakan, maka dari itu pekan depan Jajang dan Messi akan kita panggil,” kata Hinca.

Source: http://www.vivanews.com

Kunci Sukses Persipura Rebut Posisi 3 ISL U-21

VIVAbola - Persipura Jayapura berhasil merebut posisi ketiga Liga Super Indonesia (ISL). Dalam partai yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang, Persipura U-21 menundukkan Persija Jakarta U-21 dengan skor 2-0, Sabtu 7 September 2013.Mutiara Hitam membuka keunggulan lewat gol penalti Gilbert Dwaramury menit 36. Gol kedua Persipura dicetak oleh Gilbert menit ke-55.

Usai laga, pelatih Persipura U-21, Max ME Olua, mengungkapkan rahasia kemenangan timnya. Menurut dia, kunci sukses kemenangan timnya adalah berkat kemampuan anak asuhnya dalam mengelola mental.

“Sebelumnya, Persipura harus menderita kekalahan karena mental pemain kurang terkontrol. Itu membuat hasil kurang bagus dengan menderita kekalahan,” kata Max.

Max lalu memperbaiki mental timnya menjadi lebih sabar dan tidak mudah emosi. Itu membuat Persipura berhasil menundukkan Persija, sekaligus merebut posisi ketiga.

Sementara itu, pelatih Persija U-21, Benyamin Leo Betty menjelaskan bahwa timnya kurang percaya diri setelah kalah di semifinal dan tidak bisa menembus final.

”Kekalahan ini yang memicu drop mental para pemain,” ujar Benyamin.

Beberapa kali tim Macan Kemayoran membangun serangan, namun harus kandas di barisan pertahanan Mutiara Hitam. Berulang kali sektor kanan selalu membangun serangan. Kurangnya komunikasi serta pergerakan tanpa bola membuat tidak adanya hasil maksimal. (art)

Source: http://www.vivanews.com

Persebaya Tantang Persikabo di Semifinal Divisi Utama

VIVAbola - Persebaya Surabaya akan berhadapan dengan Persikabo Bogor pada semifinal Divisi Utama Liga Indonesia, 14 September 2013. Sedangkan Persik Kediri akan ditantang tim asal Papua, Perserui Serui.

Pertandingan akan digelar di Stadion Manahan, Solo, 8 September 2013. Sedangkan babak final dan perebutan tempat ketiga bakal digelar di tempat yang sama, enam hari kemudian. Untuk drawing sendiri digelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, siang tadi.

Manajer Persikabo, Budharto, bertekad mengantarkan timnya hingga ke pentas Liga Super Indonesia (ISL). Laskar Pajajaran ke semifinal sebagai runner up terbaik di babak 12 besar.

“Kami sudah tujuh tahun di Divisi Utama. Sekarang, kami punya kesempatan bermain di ISL. Semua lawan kami sama. Jika dilihat dari poin, kami lebih besar dari dari Persebaya (di babak grup 12 besar). Tak ada tim yang superior di semifinal. ISL harga mati,” ujar Budiharto.

Sementara itu, Manajer Perserui, Yance Gunar menyatakan anak asuhnya sudah siap menghadapi Persik. Meski Perserui berstatus sebagai satu-satunya tim berasal dari luar pulau Jawa, Yance menganggap seluruh tim memiliki kekuatan yang tak jauh berbeda.

“Ke Semifinal membuat peluang kami ke ISL sangat besar. Dengan sepakbola, Serui akan lebih dikenal, karena Serui hanyalah kota kecil,” ujar Yance.Manajer Persik, Nanang Kurniawan juga tak kalah optimisnya. Menurutnya, hasil drawing sudah sesuai dengan harapan semula.

“Sudah sesuai harapan. Kami tidak ingin Persebaya. Persiapan sampai saat ini sudah matang. Semua lawan kami anggap berat. Kami harus bekerja dengan maksimal untuk partai semi final,” beber Nanang.

Source: http://www.vivanews.com

Tiga Klub IPL Terancam Diskualifikasi

VIVAbola - Komisi Displin PSSI menjatuhkan sanksi terhadap 6 klub yang berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL) karena tidak bertanding (Walked Out) tanpa alasan yang jelas. Enam klub tersebut tersebut terbukti menyalahi aturan Komisi Disiplin pasal 57 pasal 3.

Enam klub tersebut adalah Persibo Bojonegoro, Persema Malang, Persija Jakarta IPL, Arema IPL, Persepar Palangkaraya dan Persebaya Surabaya IPL. Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan, menyatakan, klub-klub tersebut dijatuhi sanksi berupa denda pengurangan poin dalam klasemen.Hinca menjelaskan, Persibo sembilan kali WO dan mendapat pengurangan 27 poin. Sedangkan, poin Persija IPL dikurangi 9 karena 3 kali absen tanpa keterangan dan Persema harus kehilangan 6 poin karena dua kali WO.Jika Persibo, Persija IPL dan Persema kembali melakukan WO dalam satu pertandingan lagi, ketiga tim tersebut akan didiskualifikasi dari kompetisi IPL. “Ketiga klub tersebut dikenakan denda sebesar Rp150 juta. Mereka juga akan didiskualifikasi apabila terbukti tidak menghadiri satu kali lagi pertandingan atau dinyatakan WO,” ujar Hinca.

Namun, Hinca menjelaskan, Komdis akan menjatuhkan hukuman lebih ringan kepada Persepar, Arema IPL dan Persebaya IPL karena mereka hanya melakukan satu kali WO. “Sedangkan untuk Persepar, Arema IPL dan Persebaya IPL akan dijatuhi denda sebesar Rp100 juta dan pengurangan tiga poin di klasemen IPL. Tiga klub ini tidak terancam didiskualifikasi hanya dikenakan sanksi saja,” tutur Hinca.

Komdis membuka kesempatan kepada enam klub tersebut  melakukan banding. Hanya saja, banding yang diajukan untuk sanksi berupa denda dan tidak berlaku untuk sanksi pengurangan poin.

“Semua klub itu, seperti biasa, diperbolehkan mengajukan banding, tapi banding itu khusus untuk penangguhan sanksi denda dan tidak berlaku untuk banding pengurangan poin. Karena pengurangan poin itu sudah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tutur Hinca menambahkan.

Berikut rincian keputusan Komdis  PSSI
1. Persibo dijatuhi sanksi pengurangan 27 poin dan denda sebesar Rp150 juta serta ancaman didiskualifikasi dari klub peserta IPL apabila terbukti tidak menghadiri pertandingan satu kali lagi.

2. Persija dijatuhi sanksi pengurangan sembilan poin dan denda sebesar Rp150 juta serta ancaman didiskualifikasi dari klub peserta IPL apabila terbukti tidak menghadiri pertandingan satu kali lagi.

3. Persema Malang dijatuhi sanksi pengurangan enam poin dan denda Rp150 juta erta serta ancaman didiskualifikasi dari klub peserta IPL apabila terbukti tidak menghadiri pertandingan satu kali lagi.

4. Arema, Persebaya, dan Persepar Palangkaraya dijatuhi sanksi pengurangan tiga poin serta denda Rp100 juta.

Source: http://www.vivanews.com

“Pamer” Alat Vital ke Wasit, Mantan Kiper Timnas Kena Sanksi

Source: http://www.vivanews.com

Gaji Belum Dibayar, Skuad Persija Mogok Latihan

VIVAbola – Para pemain Persija Jakarta memutuskan untuk melakukan aksi mogok latihan sejak Jumat, 16 Agustus 2013 lalu. Sebab utamanya, para punggawa Macan Kemayoran gaji mereka yang sampai saat ini tak kunjung dibayar.

Berdasarkan informasi yang berkembang, manajemen klub selama ini menunggak gaji para pemain dan pelatih. Tunggakan bervariasi, berkisar 3-5 bulan.

Ketika dikonfirmasi, pelatih Persija Jakarta, Benny Dollo, membenarkan situasi yang sedang melanda klubnya saat ini. Bendol menjelaskan keputusan untuk melakukan aksi mogok itu diambil oleh para pemain.

“Memang benar saat ini para pemain enggan untuk latihan. Mereka merasa kecewa dengan sikap manajemen yang dianggap tidak menjalankan komitmen untuk membayarkan gaji tepat waktu. Tim pelatih juga belum dibayar gajinya,” kata Bendol kepada VIVAbola.

Persija akan melanjutkan kiprah mereka di Indonesia Super League pada 24 Agustus 2013 mendatang, dengan menjalani laga tandang melawan PSPS Pekanbaru. Bendol mengaku tidak bisa memaksa para pemainnya untuk segera berlatih sebagai persiapan menghadapi laga tersebut.

“Keputusan untuk mogok diambil bersama-sama oleh pemain dan itu suara mayoritas pemain. Kami tim pelatih harus menghormati keputusan mereka,” kata pelatih berusia 62 tahun itu.

“Percuma juga kalau mereka tetap latihan. Pasti fokusnya akan terpecah. Para pemain masih menunggu kepastian hingga pekan depan,” dia menyambung.

Salah satu pemain Persija, Johan Alfarizi, memilih bungkam ketika dimintai komentarnya mengenai mogok ini. “Maaf, masalah ini silakan tanyakan ke manajemen saja,” tuturnya singkat. (kd) 

Source: http://www.vivanews.com

Jacksen Ungkap Alasan Pencoretan Van Dijk

VIVAbola - Pelatih timnas Indonesia, Jacksen F Tiago, akhirnya mengungkapkan alasan mencoret pemain naturalisasi, Sergio van Dijk dari skuad yang akan beruji coba melawan Filipina, Rabu, 14 Agustus 2013. Menurut Jacksen, keputusan itu terkait kebutuhan tim.

“Pemanggilan pemain untuk melawan Filipina sesuai dengan kebutuhan tim. Kami dari pelatih hanya ingin mencoba dan memberikan kesempatan kepada pemain lain. Pertandingan melawan Filipina memberi saya peluang untuk melakukan itu, karena ini pertandingan persahabatan,” jelas Jacksen dalam jumpa pers di Hotel Paragon, Solo, Selasa, 13 Agustus 2013.

Sejak resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), Van Dijk memang kerap memperkuat Tim Merah Putih, baik di laga resmi maupun eksebisi. Setelah memperkuat Timnas melawan Arab Saudi dan Belanda, Van Dijk juga tampil saat Timnas bertemu Liverpool dan Arsenal.

Namun, nama Van Dijk tidak dipanggil saat Indonesia beruji coba melawan Filipina. Duel persahabatan ini akan digelar di Stadion Manahan Solo, hari ini, mulai pukul 20.45 WIB.

Dalam laga ini, Jacksen justru memanggil pemain naturalisasi lainnya, yakni Stefano Lilipaly. Menurut Jacksen, laga nanti memberikan kesempatan baginya untuk mencoba pemain, termasuk Lilipaly.Di mata Jacksen, Lilipaly merupakan pemain yang mampu menjadi penghubung lini tengah dan depan. Sebelumnya, Lilipaly beberapa kali sempat dipanggil memperkuat Timnas, termasuk lawan Arab Saudi. Namun, ia batal tampil karena ada masalah imigrasi.

“Beberapa kali pertandingan, dia tidak bisa bermain. Ada masalah dengan klub saat itu dan dengan dokumen (sewaktu lawan Arab Saudi). Lilipaly kami panggil karena kami membutuhkan seorang penghubung antara lini tengah dan depan. Ini menjadi kubutuhan tim saat ini. Kami membutuhkan figur permain seperti itu,” sambung Jacksen.

“Karena itu, saya akan memanfaatkan kesempatan melawan Filipina untuk mencoba Lilipaly. Untuk ke depannya, apakah kami memanggil Lilipaly atau tidak, semua kembali kepada pemain lagi,” sambung pelatih asal Brasil itu.Mengenai formasi dan pemain yang bakal diturunkan dalam pertandingan nanti, Jacksen belum bersedia untuk memberikan komentar. “Sesuatu yang bocor itu sudah pasti rusak. Jadi, saya belum bersedia memberikan bocoran pemain yang akan dimainkan dalam pertandingan nanti,” ujar Jacksen. (one)